hari ini, dua tahun yang lalu
maradeka to Wajo'e ade'na napaPuang...
assalam alaikum
gmana kabarta ade', mudah2an sehat-sehat dan senantiasa dalam lindunganNya, Amin.
hari ini (again) sa tergerak untuk menulis email (lagi) buat qta, walaupun sa tahu mungkin qta ndak bakal balas (lagi), alih-alih malah menghapus dan nda mau baca. Tapi it's OK, toh saya juga ndak pernah bermaksud untuk memaksa ataupun mendesak supaya email ini diperhatikan. Kalo sekedar 'terbaca', alhamdulilah, kalo direnungkan, tsumma alhamdulillah…
tepat dua tahun lalu, di bulan yang sama di tahun 2004, tepat di saat saya juga berada di kota yang sama, balikpapan ini, kita mulai kenalan dan 'akrab' karena menemukan begitu banyak 'persamaan' diantara kita. saya saat itu merasa menemukan soulmate yang selama ini saya cari. mungkin saat itu saya sedang dilanda euforia yang menggebu-gebu. seakan segala sesuatunya menjadi indah dan bahagia, menemukan what is the soulmate meaning for'. namun kemudian beberapa bulan setelahnya setelah saya pindah ke INCO dan sempat mengunjungi rumahta di pinggiran Makassar dan sempat merencanakan untuk menikah dgn qta, kemudian muncul beberapa peristiwa yang kemudian menghantar kepada kenyataan bahwa kita ndak bisa bersama lagi. banyak mungkin kekeliruan yang saya lakukan sehingga menggiring kepada perpisahan, namun ini tidak akan pernah saya sesali, bahkan buat saya menjadi semacam blessing in disguise sehingga bisa lebih baik lagi menyikapi hidup dan 'hubungan'. mungkin qta juga waktu itu merasa menyesal melontarkan kata-kata yang membuat saya 'surprise' dan kemudian menanggapinya juga dengan emosional. tapi itulah hidup, tidak bisa diulangi lagi karena sunnatullah sudah menetapkan bahwa setiap detik hidup kita berjalan tanpa menunggu apakah kesadaran bersama kita atau tidak, juga dia tak akan kembali menjemput kita yang lengah.
hari ini 2006, di bulan yang sama di kota yang sama, saya masih teringat dengan qta. pada setiap kesempatan, sa mencoba mencari informasi tentang qta, lewat email, sms, telepone, friendster, yahoogroups, google, blogger, bahkan website company ta', tapi ndak ada satupun berita tentangmu. nihil. (kecuali sekali pas saat lebarn 2005, sa mencoba dengan nomor unknown yang mungkin bahkan pasti akan diangkat he2). namun mohon maaf kalo sa sangat terkesan 'bersemangat dan curious tentangmu bukan karena ada romantisme ataupun kerinduan hasrati yang menyelimuti, karena toh saya sudah memiliki kehidupan yang indah dan - after all, this is the best life i have as well –. bukan, bukan juga bermaksud membuatmu iri dengan kehidupan saya sekarang, maafkan karena bukan semua itu.
seperti sering sa katakan di email tak berbalas ku, saya hanya bermaksud untuk menyambung silaturrahmi yang dulu terputus (atau diputuskan). betapa mungkin banyak yang kita bisa dapatkan dari silaturrahmi ini, entah informasi, pandangan yang saling melengkapi, pelajaran yang berharga, terlepas dari betapa besarnya potensi konflik yang dulu hampir terjadi. mari kita mendudukkan silaturahmi sebagai sesuatu yang fitrawi dan tidak bertendensi sesuatu yang sifatnya multi purpose yang malah membuat semuanya bias. saya juga tidak bermaksud untuk meenghentakkan kesadaranta' bahwa kehilangan adalah sebuah kisah tragis, nauzubillahi min dzalik, dan kemudian menjadi hantu yang membayangi kekeluan hidup. bukankah kita sama, seorang rasionalis sejati, yang melihat segala sesuatunya dalam proporsi yang seadil-adilnya. ketika di masa lampau juga Rasulullah SAWW, teladan kita, menegaskan bahwa silaturahmi akan memanjangkan usia, mendatangkan rezeki dan dengan begitu membuka pintu-pintu rakhmatNya?
sekedar info, sa masih menyimpan email-email korespondensi kita, foto-fotota yang dikirim via email, foto-foto ketika di semarang, dan kartu namata yang ada fotota sambil tersenyum sumringah.
assalam alaikum
gmana kabarta ade', mudah2an sehat-sehat dan senantiasa dalam lindunganNya, Amin.
hari ini (again) sa tergerak untuk menulis email (lagi) buat qta, walaupun sa tahu mungkin qta ndak bakal balas (lagi), alih-alih malah menghapus dan nda mau baca. Tapi it's OK, toh saya juga ndak pernah bermaksud untuk memaksa ataupun mendesak supaya email ini diperhatikan. Kalo sekedar 'terbaca', alhamdulilah, kalo direnungkan, tsumma alhamdulillah…
tepat dua tahun lalu, di bulan yang sama di tahun 2004, tepat di saat saya juga berada di kota yang sama, balikpapan ini, kita mulai kenalan dan 'akrab' karena menemukan begitu banyak 'persamaan' diantara kita. saya saat itu merasa menemukan soulmate yang selama ini saya cari. mungkin saat itu saya sedang dilanda euforia yang menggebu-gebu. seakan segala sesuatunya menjadi indah dan bahagia, menemukan what is the soulmate meaning for'. namun kemudian beberapa bulan setelahnya setelah saya pindah ke INCO dan sempat mengunjungi rumahta di pinggiran Makassar dan sempat merencanakan untuk menikah dgn qta, kemudian muncul beberapa peristiwa yang kemudian menghantar kepada kenyataan bahwa kita ndak bisa bersama lagi. banyak mungkin kekeliruan yang saya lakukan sehingga menggiring kepada perpisahan, namun ini tidak akan pernah saya sesali, bahkan buat saya menjadi semacam blessing in disguise sehingga bisa lebih baik lagi menyikapi hidup dan 'hubungan'. mungkin qta juga waktu itu merasa menyesal melontarkan kata-kata yang membuat saya 'surprise' dan kemudian menanggapinya juga dengan emosional. tapi itulah hidup, tidak bisa diulangi lagi karena sunnatullah sudah menetapkan bahwa setiap detik hidup kita berjalan tanpa menunggu apakah kesadaran bersama kita atau tidak, juga dia tak akan kembali menjemput kita yang lengah.
hari ini 2006, di bulan yang sama di kota yang sama, saya masih teringat dengan qta. pada setiap kesempatan, sa mencoba mencari informasi tentang qta, lewat email, sms, telepone, friendster, yahoogroups, google, blogger, bahkan website company ta', tapi ndak ada satupun berita tentangmu. nihil. (kecuali sekali pas saat lebarn 2005, sa mencoba dengan nomor unknown yang mungkin bahkan pasti akan diangkat he2). namun mohon maaf kalo sa sangat terkesan 'bersemangat dan curious tentangmu bukan karena ada romantisme ataupun kerinduan hasrati yang menyelimuti, karena toh saya sudah memiliki kehidupan yang indah dan - after all, this is the best life i have as well –. bukan, bukan juga bermaksud membuatmu iri dengan kehidupan saya sekarang, maafkan karena bukan semua itu.
seperti sering sa katakan di email tak berbalas ku, saya hanya bermaksud untuk menyambung silaturrahmi yang dulu terputus (atau diputuskan). betapa mungkin banyak yang kita bisa dapatkan dari silaturrahmi ini, entah informasi, pandangan yang saling melengkapi, pelajaran yang berharga, terlepas dari betapa besarnya potensi konflik yang dulu hampir terjadi. mari kita mendudukkan silaturahmi sebagai sesuatu yang fitrawi dan tidak bertendensi sesuatu yang sifatnya multi purpose yang malah membuat semuanya bias. saya juga tidak bermaksud untuk meenghentakkan kesadaranta' bahwa kehilangan adalah sebuah kisah tragis, nauzubillahi min dzalik, dan kemudian menjadi hantu yang membayangi kekeluan hidup. bukankah kita sama, seorang rasionalis sejati, yang melihat segala sesuatunya dalam proporsi yang seadil-adilnya. ketika di masa lampau juga Rasulullah SAWW, teladan kita, menegaskan bahwa silaturahmi akan memanjangkan usia, mendatangkan rezeki dan dengan begitu membuka pintu-pintu rakhmatNya?
sekedar info, sa masih menyimpan email-email korespondensi kita, foto-fotota yang dikirim via email, foto-foto ketika di semarang, dan kartu namata yang ada fotota sambil tersenyum sumringah.



0 Comments:
Post a Comment
<< Home